Wednesday, August 12, 2015

Nasihat untuk Anak Kosan

Sebagai anak kosan papan atas dengan pengalaman kerja enam tahun, aku prihatin belakangan ini kerap terjadi kasus di mana anak kosan ditemukan meninggal di kamarnya. Ada yang dibunuh, ada yang bunuh diri. Tapi dari kebanyakan kasus, penyebabnya adalah sakit. Kalo meninggal di kamar sih wajar, namanya umur siapa yang tau. Cuma ini diketahui meninggal setelah beberapa waktu kemudian. Menyedihkan.

Kalau kalian ingat, beberapa waktu yang lalu, kita dikagetkan dengan kabar meninggalnya Verrys Yamarno, pemeran Mahar di film Laskar Pelangi. Lagi-lagi diketahui meninggal beberapa saat kemudian. Terakhir, kemarin malam saat asik main twitter, aku menemukan twit di bawah ini.


Aku membayangkan betapa menyakitkannya bagi keluarga mereka ketika mendengar kabar anaknya meninggal di perantauan. Bahkan mungkin gak tau sebelumnya kalo anaknya sakit. Tau-tau kabar sangat buruk ini tiba tanpa persiapan.

Kita sebagai anak kosan harus sadar, jauh dari keluarga itu punya resiko yang harus diwaspadai. Kita butuh strategi. Berikut adalah masukan untuk anak-anak kosan agar terhindar dari kejadian buruk di atas:

  • Punya temen akrab di kosan
Bagi mereka yang pandai bergaul, punya banyak teman kosan yang akrab itu biasa. Tapi buat kalian yang gak terlalu suka atau gak terbiasa bergaul, paksakan diri untuk minimal punya satu temen akrab di kosan. Temen yang kalau dia pulang ke kosan pasti nyariin kalian. Begitu pun sebaliknya, kalau kalian pulang ke kosan, kalian pasti nyariin dia. Teman ini akan menjauhkan kalian dari kemungkinan berhari-hari terbaring lemah di kosan dan gak ada yang peduli. Teman akrab ini pun akan jadi penolong jika terjadi situasi darurat. Bayangkan jika kalian tak punya teman akrab, tiba-tiba kalian pingsan dan tak satu orang pun menyadarinya. Aku tau, berteman dengan banyak anak kosan agak berisiko menjadi tempat ngutang, tapi yakinlah, mereka juga punya manfaat yang kadang gak kita sadari.

  • Punya temen akrab di kampus
Sebenarnya, gak punya teman akrab di kosan belum terlalu beresiko. Jauh lebih berbahaya kalo gak punya temen akrab di kosan, juga gak punya teman akrab di kampus. Ketika kita terbaring lemah di kosan, anak kosan tidak ada yang sadar dan tidak ada teman akrab dari kampus yang mencari. Hasilnya, sakit yang tadinya bisa ditolong, semakin berlarut-larut dan memburuk.

  • Peduli dengan anak kosan yang lain
Konsep kos-kosan yang tiap orang per kamar memang membuat beberapa orang menjadi "sendiri-sendiri". Apalagi di zaman sosial media ini, orang bisa memenuhi kebutuhan sosialnya secara digital. Akan ada orang-orang yang malas memulai pertemanan, memilih menyendiri dari pergaulan sekitar. Atau yang malu dan minder memulai. Bantu orang-orang seperti ini. Rendahkan hati untuk berkenalan terlebih dahulu. Pedulilah kepada mereka. Kebanyakan mereka yang mengalami nasib buruk di atas karena sungkan meminta bantuan teman yang tidak terlalu akrab.

  • Menjalin hubungan yang baik dengan ibu/bapak kosan
Ibu/bapak kosan adalah orang tua kita di perantauan. Mereka menjadi tempat pengaduan pertama bila terjadi sesuatu yang buruk. Akrabkanlah diri dengan mereka, jangan berusaha menjaga jarak. Kalo hubungan dengan ibu/bapak kosan tidak terlalu baik, ketika sesuatu yang buruk terjadi, kepedulian satu dengan yang lain pun tak mungkin baik. Sesekali sempatkan waktu untuk ngobrol panjang lebar dengan mereka. Kalau kalian punya penyakit yang bisa kambuh tiba-tiba, ceritakan kepada mereka agar mereka bisa mengantisipasi. Aku selalu punya hubungan yang baik dengan ibu/bapak kosan. Kecuali saat mereka menagih uang kosan. 

  • Jangan menyimpan masalah sendiri
Ketika masalah datang, usahakan bercerita minimal ke satu orang. Kepala tiba-tiba pusing, demam tinggi, muntah tanpa sebab yang jelas, kabarkan ke orang terdekat walau merasa keadaan masih baik-baik saja. Minimal orang tersebut akan bersiap dan tau harus berbuat apa bila sewaktu-waktu gak ada kabar dari kalian. Jangan gengsi. Sakit yang kita rasakan gak akan sembuh oleh gengsi.


Hidup jauh dari orangtua bukan berarti kita sendiri. Ada banyak orang lain di sekitar yang bisa dan siap menjadi keluarga baru. Buka hati. Seburuk-buruknya manusia, kita dilahirkan dengan hati nurani yang menghasilkan rasa peduli. Mari peduli. Semoga gak terjadi lagi kasus anak kosan meninggal di kamarnya dan baru ketauan beberapa saat kemudian.

Lebih baik pulang tanpa gelar daripada pulang tanpa nafas!

23 comments

makasih nasehat nya bang
salam sama keluarga ya bang
by fans berat abang hahahah

Terimakasih, sepertinya bermanfaat buat orang yang belum pernah ngekos seperti saya...

Hidup anak kos. .
Mantap nasehatnya bang

Hidup anak kos. .
Mantap nasehatnya bang

makasih bang nasehatnya. agak2 terbuka sikit otak ku buat bergaul sama ank2 d kos

Gue ngekos sama orang tua. Jadinya bukan anak kosan lagi, tapi keluarga kosan. -___-

jadi pengen bobo sama anak kos bang.



mantap tulisan abang !

Aku di kosan suka dianggap biang rame. Tiap mereka pulang adaaa aja yang manggil namaku. Untungnya bukan buat minjam duit. Happy nya kalo lagi ditraktir oleh-oleh.


*jadi gue ini apa???

Abaaaang... udah lama adek gak buka blog abang ini. Udah .com aja ya.

Ciye yang pengalaman jadi anak kos. Hahahaha. Bener banget, yang pertama itu harus akrab sama anak kos. Lumayan, sekalipun jomlo gak berasa kesepian.

Cepatlah ke Medan, jumpa tengah kita ya, nanti akhir tahun! :)

baru pertama ke sini mas. super sekali nih. 2 taun lagi bakalan jd anak kos. perlu dipraktekan. mantab

Adeeekkk, hahaha udah lama kali berarti, ya.

Kemarin pas lebaran aku pulang kampung, lho. Tapi ga lama sih. Makanya kayak ga mudik, cepat kali berlalu. Hahaha. Semoga aja akhir tahun pulang lagi, yak. :)

Masih kalah jam terbang ko lae wkwk. Pengalaman kerja aku dibidang kos mengekos sudah terjalin lama sekitar 8 tahun -______- betapa mengerikannya itu wkwawkak

Deket-deket sama tempat ibadah bang haha ga nyambung si tapi biasanya itu nolong banget

Mantap kali bah lae kalimat terakhir nya itu #Lebih baik pulang tanpa gelar daripada pulang tanpa nafas....

sukses buat lae.

Mantap kali bah lae kalimat terakhir nya itu #Lebih baik pulang tanpa gelar daripada pulang tanpa nafas....

sukses buat lae.