Saturday, October 4, 2014

Momen-Momen Anak Paling Sering Melawan Orangtua

Orangtua berjasa besar melahirkan, membesarkan, dan mendidik anak. Sudah sewajarnyalah kita sebagai anak berbakti dan mematuhi perintah orangtua. Tapi sering kali keinginan orangtua yang tentu aja demi kebaikan, bertentangan dengan kesenangan kita sendiri. Akhirnya, dengan pikiran polos yang menganggap kalau orangtua nggak pernah memahami, kita malah melawan dan memberontak.



Setelah melalui riset yang nggak sesuai dengan kaidah metodologi penelitian, inilah momen-momen di mana anak paling sering melawan perintah orang tua: 


Belanja ke Warung

Sebenarnya nggak jadi sebuah masalah ketika orangtua meminta bantuan anak untuk belanja sesuatu ke warung. Tapi entah kenapa, sering kali orangtua menyuruh kita di waktu yang nggak tepat. Saat kita sedang melakukan hal yang disuka. Misalnya tidur atau bermalas-malasan.

Momen ini biasanya berakhir dengan adu argumen menolak permintaan orangtua. Beruntung bagi mereka yang punya adik, permintaan ini bisa langsung disalurkan kepada mereka.

“Bene, belikkan dulu andaliman,” teriak Mamak dari dapur.

“Aduh, Mak. Lagi sibuk aku penelitian bikin toge dari biji kacang ijo. Adeklah suruh.” Aku mengelak.

“Dek, belikkan andaliman ya.” Mamak beralih ke Adek.

“Kok jadi aku, Mak?” Adek pun mengelak.

“Ishh, sama orangtua melawan. Durhaka kau!!!” Aku datang mengompori Mamak.

“Entah adekmu ini. Jahat kali jadi anak.” Mamak terpengaruh.

“Iya, iya. Kubelikkan pun.” Adek menyerah.

Buat kalian yang anak terakhir dan sering jadi tempat pelampiasan kemalasan kakak kalian, aku punya quote; kasian deh lo!!!


Mandi

Mandi adalah sesuatu yang kita anggap sia-sia waktu kecil dulu—bagi beberapa orang tetap dianggap sia-sia bahkan saat udah dewasa. Masalahnya, walau kita nggak paham manfaatnya, tapi orangtua selalu mewajibkan kita mandi. Seakan kita akan mati kalo nggak mandi.

Alhasil kita menempuh berbagai macam cara supaya nggak mandi atau minimal mengulur-ulur waktu mandi. Ada yang pura-pura tidur terus nggak keluar lama sampai jam mandi lewat. Ada yang mengalungkan handuk di leher seakan-akan bersiap-siap mandi padahal nggak berniat mandi. Ada yang pura-pura di kamar mandi lama, cuma cuci muka doang dan keluar kamar mandi sok segar. Ada lagi yang pura-pura alergi air.

“Bene, mandi kau?!!”

“Apa??? Mandi??? Aku alergi air, Mak. Aku kalo kenak air jadi basah. Mamak tega kali bikin aku basah? Orangtua macam apa Mamak ini?!!”


Tidur Siang

Tidur siang memiliki nilai yang berbeda waktu kita kecil dulu dibanding dengan waktu kita udah dewasa. Pas masih kecil, tidur siang adalah iblis yang ingin merusak hari-hari bahagia kita. Rasanya waktu terbuang begitu aja kalo digunakan cuma untuk tidur siang. Beranjak dewasa, tidur siang adalah malaikat yang ingin selalu menenangkan hari-hari kita. Rasanya sangat tentram kalo bisa melalui hari dengan tidur siang.

Makanya, saat berhubungan dengan tidur siang, anak memiliki respon yang sama dalam melawan perintah orangtua yang berbeda.

Waktu masih kecil:

“Nak, tidur siang! Jangan main-main terus kerjamu.”

“Aduh, tunggulah bentar, Mak.”

Waktu udah besar:

“Nak, bangun kau! Tidur aja terus kerjamu.”

“Aduh, tunggulah bentar, Mak.”


Bermain dengan Teman

Entah apa yang salah dari teman kita, sehingga orangtua selalu termotivasi untuk memisahkan kita dengan mereka. Setiap teman datang, orangtua seperti melihat geng preman yang ingin merusak anaknya. Berbagai macam alasan dikeluarkan orangtua agar kita tidak bergabung dan ikut bermain dengan mereka.

“Beneee, main yok!” Teriak kawan-kawan serempak di depan rumah.

“Bene-nya nggak ada. Lagi liburan ke jalur Gaza,” jawab Mamak sok serius.

Lalu kawan-kawan itu pun pergi.

“Ish, Mamak ini pembohong.”

“Ini demi kebaikanmu, Nak. Udah, kau tidur siang sana.”

Dan momen melawan itu pun terjadi lagi. Saat orangtua lengah, mengendurkan pengawasannya, kita mengendap-endap kabur dari rumah dan bergabung dengan kawan-kawan tadi.

“Bene..., mau ke mana kau?!!” teriak Mamak waktu mendengar pintu rumah dibuka.

“Ini demi kebaikanku, Mak. Udah, Mamak tidur siang sana.”  


Nonton Tivi

Orangtua selalu berusaha menjauhkan kita dari hal-hal yang kita senangi. Salah satu hal yang kita suka dan sebaliknya justru dibenci orangtua adalah nonton tivi. Saat sedang asyik menonton tivi, orangtua akan mengeluarkan berbagai cara untuk membuat kita berhenti nonton tivi. Anak pun demikian. Kita akan mengeluarkan berbagai cara agar tetap bisa menonton tivi.

“Nak, matikan tivi itu. Mandi kau!”

“Bentar, Mak. Tunggu iklan.”

“Nak, matikan tivi itu. Mandi terus makan kau!”

“Bentar, Mak. Tunggu selesai acaranya ini.”

“Nak, matikan tivi itu. Mandi, terus makan, terus kerjain PR-mu!”

“Bentar, Mak. Tunggu rusak tivinya.”

Mamak melepar panci ke tivi. Tivi mati, meledak, terus berasap.

“Nah, udah rusak. Apalagi alasanmu?!!”


Itulah momen-momen di mana anak paling sering melawan orangtua. Semoga tulisan ini bermanfaat. Silahkan bijak dalam menyerap informasi. Apabila kalian melakukan sesuatu seperti yang dijabarkan di atas, resiko dan efek samping bukan tanggung jawab penulis. Kalo kalian punya momen lain, silahkan berbagi melalui kolom komentar di bawah.


Salam anak durhaka. 

12 comments

bang, setuju aku sm tulisanmu ini.
semua pengalamannya sama kayak aku. hahahahaha

aduh ngakak ku baca pos ini bah hahaha.

HAHAHAHAHA kehidupan ini hanya untuk kita anak2 yang tinggal disumatera aja keknya lek.. di luar sumatera mungkin beda.. (mungkin yaa)

Sama aja kayaknya. Udah kuriset :))

ngeri kali ya bang lempar panci ke tivi sampai meledak hahaha. kalo aku dulu gak ada tivi, adanya layar tancap bang wkwkwk

Aku anak paling kecill dan korban kemalasan abang. Kalo mamak nyuruh pasti balek nyuruh aku.
"Mayerrr"
"apa,Mak?"
"Sini dulu bentar apakan dulu ini"
"Pigi dek liat dulu apa yg dibilang mamak itu"
"Loh kok aku?kau yg dipanggil mamak"
"Ku kasih nanti kau gopek" -_-

Mungkin cm berlaku bagi yg di Sumatra aja bang, dan yg orangtuanya dari sumatra + asli batik termasuk aku HAHAHAHAHA

beda ma waktu kecilku ..setiap di perintah pasti nurut...ibukku selalu bawa golok klo merintah hehhehehehe ,,but tulisannya massukkk bgt ,,