Saturday, October 25, 2014

Buku Perdana: Ngeri-Ngeri Sedap

Akhirnya....

Perjuanganku sejak Januari 2014 membuahkan hasil. Buku pertamaku yang udah kuimpikan sejak lama, berhasil menjadi nyata.

Naskah awal berjudul "Mamak Lawak-Lawak" yang kuselesaikan dari Januari hingga Februari 2014 kukirim Edo, editor Bukune. Setelah menunggu tiga bulan, Juni 2014, Fial, ediotr Bukune yang akhirnya menjadi editorku, mengabarkan kalo naskahku bisa dilanjutkan dengan sedikit perombokan konsep.

Naskah awal yang premisnya "pengamatan dan pengalam lucu Mamak", diubah jadi "aku, seorang pemuda Batak yang berusaha menaklukkan dunia dan masalah-masalah hidup".

Agustus 2014, naskah selesai. September 2014 dihabiskan untuk revisi sana-sini, mencari judul, dan mulai memikirkan cover.

Aku sangat kesusahan nyari judul yang pas. Judul awal nggak bisa dipake karena premis buku yang udah diganti. Aku pengen kata-kata yang "Batak", tapi juga bisa menggambarkan isi buku. Waktu itu, lagi naik motor, aku kepikiran "Ngeri-Ngeri Sedap". Frase itu Batak kali dan juga bisa menggambarkan isi bukuku. Masalah-masalah yang kuceritakan memang terlihat mengerikan, tapi selalu berakhir nikmat dan sedap.

Fial sempat menolak judul itu, karena menurutnya frase itu nggak populer dan belom banyak orang paham maksdunya. Kami akhirnya memikirkan kembali judul yang pas. Entah gimana ceritanya, pilihan yang timbul adalah kepanjangan dari CLBK, antara lain: Catatan Lawak Batak Koplak, dan Catatan Lawak Bene bataK. Cuma aku nggak sreg dan tetap mempertahankan Ngeri-Ngeri Sedap. Untungnya kata sepakat tercapai.

Untuk cover sendiri, penerbit memberikan empat pilihan yang siap untuk di-polling. Pilihan cover itu antara lain:


Aku sendiri suka nomor 1, 3, dan 4. Nomor 2 nggak kali menurutku. Setelah kulempar ke banyak orang, yang memilih cover nomor 1 ternyata lebih banyak, hingga akhirnya diputuskan pilihan itu yang menjadi cover bukuku. Menurut beberapa orang, cover nomor 1 terlalu alay. Aku hargai pendapat mereka. Tapi, bukankah kita nggak bisa memuaskan semua orang? Bikin pasangan puas aja kadang masih banyak yang susah. Ya, kan?

Dan inilah bentuk cover buku jadinya:


Aku minta nama penulis diubah, karena pantang hukumnya orang Batak menghilangkan marga. Lazimnya, nama penulis itu cuma dua kata, akhirnya aku relakan nama tengahku nggak dipake. Jadilah Bene Rajagukguk.

Mantap!!!


Aku akan coba menggambarkan buku ini dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul ke permukaan.

Itu buku apa? 
Genrenya personal literatur. Kumpulan cerita pengalaman pribadi. Sejenislah sama bukunya Raditya Dika, Alitt Susanto, dll.

Isinya apa aja?
Isinya cerita-ceritaku dalam menghadapi masalah hidup sebagai anak yang lahir dan besar dalam budaya Batak. Mayoritas latar belakang cerita adalah keluarga. Ada cerita soal mamakku yang ajaib, aneh dan pelit, cerita soal bapakku yang galak, cerita soal aku yang merantau ke Jogja, cerita soal aku yang nyari beasiswa biar bisa bantu Bapak dan Mamak, cerita soal aku, Bapak, dan Mamak waktu mereka datang ke Jogja pas aku wisuda, sampai cerita masa kecilku yang harus mengungsi dari kampung karena adanya kerusuhan yang bikin kampung nggak aman.

Lucu nggak?
Waktu aku nulis buku ini, aku berusaha memberikan bumbu-bumbu komedi. Jadi kalo ditanya lucu atau nggak, menurutku sih lucu. Semoga, ya!  :)

Berapa halaman? Tebal nggak?
206 halaman. Cukup tebal lah, ya.

Berapa harganya?
Cuma Rp. 45.000,00 kok. Nggak mahal kan. Kalo ke toko buku yang berdiskon atau beli online, malah bisa lebih murah lagi.

Belinya di mana? Ada yang bertanda tangan nggak?
Bisa dibeli di toko buku Gramedia, Gunung Agung atau toko buku lainnya. Untuk Jabodetabok, sepertinya udah ada merata di semua toko. Di luar itu, sabar ya. Pelan-pelan akan ada di semua toko buku kok. Tapi kalo di Togamas memang nggak bakal ada kayaknya. Untuk buku yang bertanda tangan, cuma bisa didapatkan di toko buku online, antara lain @bukubukularis di sini dan @parcelbuku di sini.


Semoga setelah baca artikel ini kalian tertarik beli ya. Kalo yang udah beli, rekomendasiin ke teman, keluarga dan kerabat. Kalo ada yang mau nge-review, akan dengan sangat tulus kuucapkan terima kasih. Kasih tau aku link tulisan review kalian, nanti kucantumkan di blog ini.

Atau kalo masih ada yang mau nanya soal buku ini, silahkan bertanya di kolom komentar. Pasti kujawab. Janji!

Baiklah, selamat menikmati. Horas!

9 comments

Muthiasari Atifa Ramadhani delete Monday, October 27, 2014 10:13:00 AM

Makin ngidamlah aku bang sama bukumu. Sayangnya di sini nggak ada gramedia jadinya harus pesen dulu ke toko buku kalo nggak sempet turun ke Jogja.
Aku penasaran apa motivasi terkuatmu untuk bisa nyelesaiin naskahmu itu. Besok kalau mau adain talkshow bareng Bukune ke Jogja kabar2 bang biar bisa dateng.
anyway, salut bang aku dan tetep ngidam sama bukumu. Horas! :)

Wiih keren bang.. next giliran gue yang nerbitin buku juga bang. Aamiin😄

Terima kasih, ya. Siap, rencana akan main ke Jogja juga. Sukses, Muthia! :)

keren bg, dan sangat menginspirasi, terkhusus buat kaum muda batak.

boleh donk belajar buat buku sama abg :)

Aku seneng kali bang, baca-baca blog mu. Makanya aku terinspirasi buat nulis bang. Walau kata temen ku, Comic yang nulis itu karena udah gak lucu hahaha becanda bang. Tapi serius bang aq terinspirasi. DOakan bang, aku lagi nabung buat beli buku kau, abis bayar kuliah aq janji bang bakal beli buku kau dan aq review di blog aku --> swagger-klenger.hol.es
mudah2an kau terus berjuang bang :D dan terus jadi bahan inspirasiku.
Salam Anak Jogja

wah.. udah kelar kubaca, lumayan bagus tulang bukune, saking tebalnya ogut gak perlu lagi beli bantal.. haha peace, dame tulang!

buku mu sama mantak nya kayak film Toba Dreams kedan...

bg, awal abg bisa nerbitkan buku kek mana bg? apa karna suci maka dapat relasi penerbit gitu?