Saturday, December 24, 2011

Stand Up Comedy (My First Open Mic)

Sejak juli kemarin, aku sudah freak dengan stand up comedy. Buatku itu suatu hal yang berbeda, sangat menarik. Aku yang sangat suka dengan comedy, dalam genre apapun, senang menikmati berbagai acara di televisi yang bisa membuatku tertawa. Dari mulai sitkom seperti OB, Bajaj Bajuri hingga Keluarga Minus, comedy slapstik seperti OVJ sampai talkshow seperti Bukan Empat Mata maupun Overa van Java adalah acara yang sering kutonton karena paling tidak membuatku tersenyum, sejenak melupakan utang yang semakin lama semakin membengkak :D



Aku mengenal stand up comedy pertama kali dari twitternya Raditya Dika yang ngetwit link video youtube stand up comedynya. Aku nonton dan tertawa terpingkal-pingkal, gila nih comedy. Cuma berdiri sendiri, ngebacot dan bisa bikin ketawa banyak orang. Sejak itu aku menonton banyak video stand up comedy orang-orang Indonesia. Soalnya stand up comedy luar ga bisa bikin aku ketawa, ga ngerti mereka ngomong apa. :D Mulai dari Pandji, Mo Siddik, Luqqman, Muhadkly, Asep, Reggy, Ernest, Ryan, Mongol dan banyak lainnya,hampir semuanya bisa membuatku terpingkal-pingkal. Aku benar-benar tergila-gila dengan comedy satu ini. Cerdas, komunikatif, informatif dan tidak hanya untuk tertawa, tapi juga punya pesan.

Di sebuah acara kampus, aku memberanikan diri untuk mencoba stand up comedy. Aku kumpulin materi dan mencoba membawakan permasalahan suku batak. Hasilnya, beberapa orang ada yang tertawa, tapi sebagian besar merasa tidak lucu. Beberapa orang yang tertawa itupun bukan tertawa karena bahanku, tetapi karena ketidaklucuan itu sendiri. Aku sedih, ternyata tidak semudah dugaanku. Aku merasa gagal. Sepertinya aku cukup jadi penikmat saja, aku merasa tidak mampu untuk menjadi pelaku. Beberapa waktu, mungkin lebih dari 3 bulan aku benar-benar tidak berpikir lagi untuk mencoba stand up comedy.

Suatu saat, saat aku sedang browsing, aku menemukan beberapa tulisan mengenai stand up comedy. Tentang teori-teori dan tips-tipsnya. Aku kaget. Ternyata ini bukan comedy gampangan, bukan comedy yang dapat dengan mudah dilakukan. Ternyata stand up comedy punya teori yang sangat banyak, yang sangat fundamental untuk diketahui sebelum mencoba stand up comedy.

Aku benar-benar kembali tertarik dan mulai browsing-browsing segala hal tentang stand up comedy. Aku belajar teori-teorinya dari berbagai blog milik para comic (sebutan untuk orang yang melakukan stand up comedy). Aku mulai mengaplikasikannya dan mulai mencari bahan. Aku catat semua hal-hal yang terpikirkan untuk dijadikan bahan stand up comedy, kukumpulkan dan kujadikan beberapa script.

Kemudian timbul masalah, aku gak tau harus dibawakan dimana bahan ini. Akhirnya bahan itu kubiarkan begitu saja, tanpa pernah kubawakan. Ditambah lagi kesibukan kampus yang menjadi-jadi, aku semakin tidak sempat untuk memikirkannya.

Di akhir bulan November aku membaca RT di timeline mengenai acara donor darah di Auditorium RRI Jogja yang akan diisi standup comedy. Aku sangat tertarik dan datang ke acara tersebut, tapi bukan untuk mengikuti donor darah, tapi hanya untuk menonton stand up comedy.

Hari itu ada @imanuel_Andreas, @Radith_Vent, @oomimot dan satu orang lagi yang aku lupa namanya melakukan stand up comedy, dan mereka mampu mengocok perutku. Mereka mengatakan bahwa mereka dari stand up comedy Jogja yang melakukan acara rutin setiap selasa.

Aku akhirnya mencari info tentang stand up comedy Jogja dan menemukan twitter @standupidojgj yang ternyata sudah melakukan open mic (ajang mencoba stand up comedy untuk amatir menjajal materi) hingga 13 kali. aku merasa bodoh, kenapa tidak mengenal komunitas ini dari dulu. Kenapa tidak mencari informasi atau searching tentang komunitas ini. Aku merasa terlambat. Tapi daripada tidak sama sekali, lebih baik terlambat bukan :) Aku sangat tertarik dan datang ke acara open mic ke-14. Setelah mempelajari atmosfer komunitas tersebut dan merasa mampu, aku mendaftar untuk melakukan open mic di edisi ke 15.

Sebelum tampil, aku mengikuti sesi sharing comic dengan Reggy Hasibuhan yang kebetulan berkunjung ke Jogja. Pada saat itu aku memberanikan diri melakukan test mic dan direspon dengan sangat baik. Aku semakin semangat. Kemudian sebelum tampil di acara open mic edisi 15 yang dinamakan #SELOsoSELO, aku juga mengikuti bedah materi di rumah mas @anang_batas bersama mas @wisbenwisben yang masuk 4 besar @StandUpKompasTV.

Di hari-H, di #SELOsoSELO #15 pada tanggal 6 Desember 2011, aku akhirnya merasakan open mic pertama yang bisa dikatakan cukup baik. Jujur aku sangat grogi malam itu, tanganku gemetar selama di panggung. Tetapi yang tidak kusangka, orang-orang mengapresiasi penampilanku, banyak diantara mereka yang tertawa. Sangat senang rasanya bisa melihat orang tertawa akibat ocehanku. Malam itu aku merasa sangat bahagia.

Inilah video penampilanku yang diupload ke youtube :)



Aku memang masih jauh dari kata baik, tetapi aku yakin bisa belajar dan bisa tampil lebih baik lagi. Aku benar-benar serius dengan stand up comedy ini, karena sangat asyik ketika kamu mampu membuat orang lain tertawa. Ini jauh lebih berbahaya dari seks, dari narkoba dan rokok. Cobalah maka kamu akan sangat ketagihan :)

"Carilah jalan untuk apa yang kau inginkan, jangan menunggu terlalu lama." - Bene Dionysius Rajagukguk

5 comments

kereeen mas.. aku anak kmkt 2010 mas.. kmren pas di acara natal bgus de stand up ny.. pendek tapi bikin ketawa.. terus semangat buat stand up comedy ny y mas.. :)

thank you Ega..
doain ya, mudah"an bisa semakin baik :)

maju terus bang, saya juga masih mencoba buat jd stand up comedian. :)

pengen banget nyoba openmic, tapi sampe sekarang belum punya mental :)
sukses terus bang bene