Sunday, December 25, 2011

I Love You, Mama

Sabtu pagi, 24 Desember 2011

Pagi ini, aku bangun dan seperti biasanya kalo tidak kuliah, langsung menghidupkan televisi. Kuambil remote dan menekan tombol power. Acara Bebestar di Global TV. Kompetisi balita yang lucu-lucu dan punya bakat yang luar biasa. Mereka semua sangat menggemaskan buatku. Jujur aku sangat suka dengan anak kecil, dengan kelucuan mereka, dengan kepolosan dan dengan tangisannya. Aku senang menjahilin anak kecil hingga mereka menangis, tetapi kemudian memanjakannya hingga tangisannya reda dan kemudian tertawa.




Di acara itu, para anak kecil yang sepertinya berumur tidak lebih dari 5 tahun mempertunjukkan bakatnya. Ada yang menari, bernyanyi maupun beraksi seperti pemain band. Mereka sangat lucu-lucu dengan kepolosannya. Ada yang menyanyi jauh di atas melodi musik yang diputar, ada juga yang merdu. Ada yang menari dengan percaya diri tinggi, ada juga yang masih malu-malu. Tetapi untuk anak seumur mereka, itu sangat luar biasa. Menggemaskan..

Di penghujung acara, setiap anak ditanya mengenai ibu mereka. Mengenai ibunya seperti apa, merasa mirip atau ga dengan ibunya, ibunya jago dalam hal apa hingga mengungkapkan rasa sayangnya ke ibunya. Luar biasa, anak kecil seperti mereka mengungkapkan perasannya kepada ibunya dengan sangat baik, lucu dan menyentuh. Lalu, hampir semua ibu menangis saat anaknya turun dari panggung membawa bunga, memberikannya kepada ibunya dan mengajak ikut naik ke panggung. Sungguh momen yang sangat mengharukan. Jujur aku menangis, terisak-isak.

Sementara aku, aku jadi merasa malu. Pada hari ibu kemarin, kebetulan di kampusku ada expo yaitu sejenis pameran atas hasil penugasan yang diberikan oleh dosen dalam merancang sebuah produk. Saat itu kami diwajibkan sudah di kampus sebelum jam 6 pagi, aku yang bangun jam setengah 6 menyadari bahwa sudah tidak punya waktu yang banyak, aku kemudian bersiap-siap dan tiba di kampus 2 menit sebelum jam 6.

Kemudian aku sadar kalo hari itu adalah hari ibu, karena kesibukan ini dan itu dalam mempersiapkan acara tsb, aku ga sempat menelepon ibuku, akhirnya aku cuma sms yang isinya kurang lebih, “Selamat hari ibu, mamak e, semoga mamak sehat selalu, semakin kuat dan semakin baik mendidik anakmu yang bandel ini. Salam rindu untuk mamak tersayang.”

Aku menangis melihat anak kecil bisa mengekspresikan rasa sayang ke ibunya dengan sangat baik, sementara aku, waktu untuk menelepon ibuku untuk sebentar saja serasa sulit. Aku menangis, sedih banget rasanya. Kumatikan televisinya, kutelepon ibuku, aku bilang aku rindu. Tapi aku berusaha ga nangis, aku ga mau ibuku tau kalo aku nangis. Jaim juga dong :)

Intinya aku sadar kalo kesibukanku bukan berarti membuat aku lupa tujuanku, membahagiakan kedua orang tuaku, terutama ibuku. Aku sadar sesukses apapun aku nanti, seberapa besar pun perjuanganku mencapainya, itu belum seberapa dibandingkan apa yang sudah ibuku lakuakan untukku.

Tanggal 26 Desember ibuku akan ulang tahun, semoga aku bisa mengucapkan kalimat yang membuatnya bahagia nanti. Jujur aku susah untuk mengungkapkan perasaanku ke ibuku, karena aku susah menemukan kata yang tepat untuk mengungkapkan betapa bersyukurnya aku dilahirkan, dibesarkan dan dididik oleh beliau.

Hari ini aku belajar bagaimana mencintai ibu dari anak-anak yang berusia tidak lebih dari 5 tahun. Bagaimana mereka dengan kepolosannya mengungkapkan rasa sayangnya kepada ibunya, memeluk ibunya dengan tulus. Ini adalah momen luar biasa yang ditunggu-tunggu setiap ibu, dan aku sadar ibuku sudah sangat lama tidak merasakan momen ini.

Salah satu iklan Bebestar, seoranga anak perempuan yang mejadi pemenang kompetisinya mengungkapkan rasa terima kasihnya seperti ini:

Terima kasih semuanya, untuk pelatih dan finalis lain. Terima kasih mama, you’re my everything. I love you mama.”

Aku juga suatu saat ingin mengatakan seperti itu kepada ibuku, di depan khalayak ramai, di atas panggung, menggunakan sound system yang menggema, saat perhatiaan semua orang ada padaku, akan kuteriakkan, “ TERIMA KASIH MAMA, YOU’RE MY EVERYTHING..... I LOVE YOU MAMAAAAA......”

"Sesukses apapun aku nanti, seberhasil apapun aku di masa depan, perjuanganku untuk mencapainya belumlah apa-apa dibandingkan perjuangan ibuku membesarkanku, menyekolahkanku, mencintaiku dan menyayangiku." - Bene Dionysius Rajagukguk

Sumber gambar : http://iloveads.marketing.co.id/wp-content/uploads/2011/12/bebelac.jpg

8 comments

ahhh bang ben, nangis nih. Rindu mamak!

Good Job bang.
Mamakmu pasti bangga sama kau. :'D

trharu kali bang aku bcany, jadi rindu mamak ni bang. Sukses terus buat abang :')

Bang keren bang, terharu gw dengernya, gw fans lu di SUCI 3 bang, hati gw teriris saat lu harus keluar, tp lu keluar dgn jiwa besar bang, bangga gw sama lu..
sukses terus bang :)

Feel nya kerasa banget :'( Cakeplah