Tuesday, November 22, 2011

Anak Kampung yang Bersahabat dengan Internet

Ditulis untuk mengikuti Lomba Menulis “XLangkah Lebih Maju”, semoga menang :)

Ayo rasakan serunya bermain di jaringan cepat XL 3G+ :)

“Selamat, anda di terima di program studi Teknik Industri Universitas Gadjah Mada. Selamat bergabung dengan keluarga besar Universitas Gadjah Mada.”

Kurang lebih begitulah tulisan yang muncul pada screen komputer di sudut ruangan sebuah warung internet (warnet). Dan sontak seketika aku berteriak sambil melompat-lompat, membuat heran sekitar delapan tamu pengguna internet lainnya. Anda bayangkan, saat itu dua jam setelah tengah malam dan aku teriak-teriak luar biasa heboh seperti orang kesetanan, dan tak satupun dari mereka mengerti penyebabnya.

Aku bahagia, sangat bahagia. Tak terdeskripsikan bagaimana senangnya aku bisa diterima di UGM. Seorang anak kampung bro, anak yang bahkan kota Medan aja yang hanya berjarak dua jam perjalanan darat dari rumahku, baru beberapa kali kudatangi. Dan seorang anak ingusan ini, bakal kuliah di universitas ngetop bro, di pulau Jawa, di Yogyakarta, tempat yang sama sekali belum kutahu sebelumnya.

Aku langsung pulang malam itu. Kemudian kubangunkan ibu-bapakku. Kuceritakan kepada mereka kabar gembira itu. Merka sangat senang dan bahagia luar biasa, namun sepertinya ada yang mengganjal di hati mereka.

Esoknya saat aku pulang sekolah, ibu-bapakku mengajak aku berdiskusi mengenai kelulusanku di UGM. Mereka sangat antusias dengan kelulusanku dan mendukung sepenuhnya, namun bapakku mengajak aku untuk berpikir realistis dan mencari solusi atas pembiayaan nanti. Biaya perkuliahan dan segala biaya lainnya tentu akan sangat besar dan tidak sebanding dengan pendapatan orangtuaku yang hanya seorang PNS guru dan ibu rumah tangga. Apalagi kakakku juga masih kuliah di Universita Negeri Medan dan kedua adikku masih duduk di bangku SMP. Aku berusaha meyakinkan mereka bahwa akan ada jalan keluar, akan ada solusi.

Aku berpikir keras bagaimana caranya untuk mendapatkan gambaran tentang keberangkatanku nanti, gambaran tentang kehidupan di Jogjakarta, besarnya biaya kuliahku dan bagaimana aku memenuhi biaya itu. Aku sadar bahwa kemampuan orangtuaku terbatas dan aku sudah harus mempersiapkan strategi agar nantinya aku bisa melaluinya dengan baik. Paling tidak bisa tetap survive. Aku butuh banyak informasi dan jalan keluar untuk meyakinkan orangtuaku.

Internet, ya internet. Internet adalah jawabannya. Internet mengenalkanku kepada dunia yang tak bisa kujangkau secara nyata. Membawaku ke dunia imajinasi yang bisa kualami lebih riil. Menina-bobokanku dalam tidur sehingga berani bermimpi. Memberikanku informasi yang lebih banyak dari yang kubutuhkan, lebih akurat dari yang kusangka, dan lebih mudah dari yang kuduga. Dan yang pasti, semua itu kudapatkan dengan GRATIS, tak ada pungutan. Tepat sekali, internet adalaha hal luar biasa yang berpengaruh banyak dalam hidupku, internet telah membuat hidupku “Xlangkah Lebih Maju”.

Aku bersyukur mengenal internet cukup dini dibandingkan teman-teman sekolahku. Awalnya, saat masih duduk di bangku kelas lima SD, aku membaca buku tentang internet dan aku sangat tertarik. Tanpa pengetahuan apapun tentang internet dan belum pernah sama sekali mengoperasikan komputer, aku mengunjungi satu dari dua warnet yang ada di kotaku saat itu. Aku minta diajarkan menggunakan komputer dan internet pada penjaga warnet tersebut. Rasanya senang luar biasa saat akhirnya aku paham dan mulai menikmati berseluncur di dunia internet.

Aku bahkan sudah memiliki email saat masih kelas satu SMP. Saat teman-temanku menghabiskan waktunya di rental Play Station (PS), aku justru sedang asyik berkeliling dunia di warnet. Bahkan hingga akhirnya semua teman-temanku minta diajarkan menggunakan internet dan dengan senang hati kukenalkan mereka pada dunia internet ini.

Informasi mengenai seleksi masuk UGM juga aku dapatkan lewat internet. Karena internet aku berani bermimpi besar, aku berani menanamkan niat bahwa aku harus kuliah di pulau Jawa. Saat teman-temanku mempersiapkan diri untuk menghadapi UAN, internet telah membuat hidupku “Xlangkah Lebih Maju”, aku justru mempersiapkan diriku untuk mengikuti Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada (UM UGM).

Setelah mencari ide sana-sini, klik sana-sini, internet menawarkan solusi atas keterbatasan biaya untuk menempuh kuliahku. Ya, BEASISWA. Beasiswa adalah pintu keluar dari ruangan gelap itu. Aku menanamkan pohon yang kokoh bahwa aku harus mendapatkan beasiswa, beasiswa yang akan membantu orangtuaku membiayaiku, ya aku harus mendapatkannya secepatnya.

Dengan modal pengetahuan yang cukup dari internet, dan setelah meyakinkan orangtuaku bahwa secepatnya aku akan mendapatkan beasiswa, akhirnya aku berangkat, menjalani kehidupanku selanjutnya disini, di negeri kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dan benar saja, aku mendapatkan beasiswa di semester satu dan dua dari UGM. Aku mendapatkan beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik yang didanai pemerintah, besarnya Rp. 250.000,- per bulan. Tapi jumlah itu masih kurang dari total biaya yang kubutuhkan untuk tetap melanjutkan kuliahku. Orangtuaku mulai khawatir, mereka mewanti-wanti aku bahwa beasiswa itu belum cukup membantu. Mereka masih merasa berat memenuhi sebagian besar kebutuhanku.

Aku kembali harus mencari solusi, mencari pintu keluar yang lebih besar. Dan lagi-lagi internet memberikanku jawaban. Kali ini internet membuat hidupku tidak hanya “Xlangkah Lebih Maju”, tapi berlari sangat kencang. Aku menemukan informasi tentang beasiswa di internet, beasiswa yang jumlahnya cukup besar, jauh lebih besar daripada beasiswaku sebelumnya. Beasiswa Tanoto Foundation di www.tanotofoundation.org adalah jawaban dari pencarianku. Tanoto Foundation memberikan biaya tunjangan hidup sebesar Rp. 500.000,- setiap bulannya, disamping mereka juga membayar biaya kuliahku yang berkisar Rp. 2.000.000,- setiap semesternya. Aku mendaftarkan diri dan mengikuti proses seleksinya dengan sangat tekun. Puji Tuhan, akhirnya aku menjadi salah satu dari 200 penerima beasiswa di seluruh Indonesia. Aku sangat senang dan bahagia, terlebih kedua orangtuaku. Sekarang mereka merasa lebih ringan karena hanya membantu sedikit dari biaya kuliah dan biaya hidupku disini.


Dan inilah aku sekarang, seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada semester lima yang berasal dari sebuah kampung di Sumatera Utara, yang menjalani kuliah dengan sangat baik, yang terancam lulus dengan status ‘cum laude’, yang sangat mencintai dunia internet, yang hidupnya dibuat “Xlangkah Lebih Maju” oleh internet.

"Internet mengenalkanku kepada dunia yang tak bisa kujangkau secara nyata. Membawaku ke dunia imajinasi yang bisa kualami lebih riil. Menina-bobokanku dalam tidur sehingga berani bermimpi." - Bene Dionysius Rajagukguk

Sumber gambar :
http://www.archiplan.ugm.ac.id/wp-content/uploads/2011/06/f_tanototitlem_bc98001.jpg