Sunday, August 28, 2011

Kesendirian

Ini bukan cerita galau, bukan juga curhat murahan. jadi anda yang menganggap kalo aku sedang galau dan uring"an saat ngebaca judul pos ini, aku rekomendasikan agar anda cepat" bertobat. haha

Sekarang jam 23.33, belom ngantuk sama sekali. Aku sendirian di kos"an ini, tiada teman mengadu. *tragis* Bukannnn, bukannnn ketragisan itu yang mau aku tekankan. Bukan minta dikasihani kok. Yang mau aku share kali ini adalah melihat sesuatu dari point of view berbeda.



Kesendirian memang kadang menyiksa buat sebahagian orang (bahkan semua). Siapa sih yang mau menjadi 'sendiri'. Tapi memaki kesendirian, uring"an, galau dalam kemalasan akan membuat kesendirian semakin tragis, tidak produktif.

Albert Einstein, gimanapun faktanya, aku gak tau (wajarlah aku gak tau, kan sakit jiwa), tapi yang digambarkan di tivi", penemuan teori relativitasnya terjadi saat dia menikmati kesendiriannya di bawah pohon jengkol, trus pas buah pete jatuh, terpikirkannyalah teori itu. *ini cerita guru bahasa indonesiaku tentang teori itu* ( iya, di sekolahku mata pelajaran bahasa indonesia emang isinya tentang Fisika ). Huahahahaha Betapa nikmat kesendirian itu bukann???

Oke kembali ke kesendirian. Saat ini aku emang sendiri, dalam arti konotasi dan denotasi. *jangan ketawa ngejek gitulah kau boi !!! Tapi inilah pilihanku saat ini. Aku berusaha menikmatinya kok. Aku merasa ada saatnya seseorang harus sendiri untuk meramu taktik, membuat rencana matang, introspeksi diri atas penyebab kesendirian itu sendiri yang akan membuka jalan untuk menghapus kesendiriannya. Kesendirian memacu pikiran untuk lebih imaginatif, produktif, liar, tak terkendali, buas, omnivora, kanibal, dll. *apa"an ini* Kesendirian membuat bebas, memberikan kesempatan untuk sembuh. Dan aku sedang menjalaninya.

Kuharap kegagalanku sebelumnya (jangan minta diperjelas, udah cukup jelas ini) dapat menjadi suatu pelajaran yang memacuku untuk memperbaiki diri. Aku tidak akan lagi menyesali itu. Aku menganggapnya sebagai suatu perjalanan yang nantinya mengantarkanku ke jalan yang benar benar salah. Dan di kesendirian ini aku beranjak menjadi lebih dewasa, lebih matang. Aku punya waktu banyak untuk mengasah segalanya. So, gak ada alasan buatku untuk galau. Sekali lagi, this is my choice.

Kali ini aku ngepos singkat aja ya. Soalnya seram juga dengan kesndirian denotasi ini. mau cap cus dulu ke tempat kawan. Semakin malam semakin asyik buat begadang (kalimat yang ini kacau kali emang). Sekian dan terima uang sumbangan.

'Kesendirian memacu anda untuk meramu taktik, menyusun rencana, memperbaiki diri untuk tidak mencapai kesendirian kesekian kalinya.' - Bene Dionysius rajagukguk

3 comments

wah saia juga pernah merasa begitu, apalagi kalo udah tengah malam

keren bang bene. I like dangdut, eh, I like your qoute :D