Tuesday, July 12, 2011

Introduction

Fix, dua bulan 6 hari setelah blog ini aku buat, akan aku isi tulisan pertama. Memang sudah ada entri pertama yang aku masukkan waktu ngebuat blog ini, tapi itu juga hasil copas cerpen yang aku buat jaman semester cupu satu dulu. So, formalnya inilah entri pertamanya. Istilahnya perawannya janda lah (ga usah dipikirin yang ini).

Sesuai judulnya, isi tulisan kali ini ya tentang perkenalan blog ini. Siapa dan dalam rangka apa bocah ini berani-beraninya menambah beban server blogspot.



okelah, baiklah kita mulai saja, sebelum senja menjadi siang, sebelum siang menjadi pagi (sudahlah, memang tidak masuk akal itu). pertama, kenapa ngeblog? apa visi dan misi ngeblog? untuk apa ngeblog?

aku ngeblog karena aku punya waktu, itu alasan utama. sepandai apapun ngerangkai kata, secepat apapun ngetik naskah, kalo ga punya waktu, sama aja kaya pocong mau handstand. trus, soal tujuan ngeblog, sebenarnya cuma ingin mendokumentasikan 'pemikiran', pendapat, ocehan atau apalah istilahnya, yang kuanggap perlu untuk kusimpan. sebelumnya aku sudah sering pernah menulis ga jelas, tapi sangat jarang aku share. ya niatnya dengan ngeblog, apa yang aku pikirkan bisa diketahui orang lain. syukur-syukur kalo malah sepaham.

selanjutnya soal pemilihan kata-kata untuk headernya, disinilah prinsip dasarku ngeblog. 'Ocehan Anak Sakit Jiwa' mestinya udah menjelaskan banyak hal, dan semoga dengan baca headernya ini, orang-orang tersesat yang berkunjung ke blog ini tahu menempatkan dirinya. bagaimanapun kan ini 'rumahku', jadi yang mesti adaptasi ya tamunya.

maksudku begini, ketika aku menekankan dengan jelas bahwa tulisan-tulisan yang nantinya aku bagikan hanyalah sebuah ocehan, tamuku harus paham betul dengan itu. kebanyakan orang sudah pasti taulah makna ocehan, baik yang melihat dari sisi positif maupun negatif. apalagi, ocehan ini kemudian kupastikan keluar dari seorang anak. anak artinya belum dewasa, belum mencapai tingkat berpikir yang matang, baik secara logika maupun emosional. pastilah orang bisa mengerti makna 'ocehan anak' dan bagaimana orang kebanyakan menanggapi anak yang mengoceh.

dan yang paling parahnya lagi, yang kuharapkan para tamuku mesti menyadarinya, anak yang mengoceh ini adalah anak yang sakit jiwa. bisa anda bayangkan betapa tidak karu-karuannya apa yang akan ditulis di blog ini. ocehan dari seorang anak yang sakit jiwa, tentulah tidak akan berarti banyak, dan aku sendiri juga berharap ocehannya tidak diartikan banyak.

tujuan yang aku inginkan dengan header ini pastilah sudah anda pahami. intinya aku ingin bebas berontak, bebas menurut. bebas memuji, bebas juga memaki. bebas menangis dan bebas juga tertawa. bebas berbagai macam yang mungkin satu sama lain bertolak belakang. ya namanya juga orang gilak, ya ga bisa diatur. kalo orang gilak bisa diatur, ya yang ngatur berarti udah gilak juga (semakin gilak).

itu untuk tujuan ke arahku. tujuan selanjutnya yaitu mengarah ke para tamuku nantinya. selayaknya ocehan anak yang sakit jiwa, tentulah tulisanku tak perlu terlalu dimaknai dan dihayati sepenuh jiwa raga. contohnya ketika anda ketemu orang gila di pinggir jalan dan memaki-maki anda dengan kejamnya, anda merasa tidak senang dan memperkarakan orang tersebut. sekarang pikirkan, yang gilak yang mana?? mudah-mudahan apa yang kumaksud bisa ditangkap.

yaaa, walopun begitu, anak yang sakit jiwa kayak aku pun ada juganya hatinya. ya kalo emang apa yang aku tulis nantinya malah bikin tamuku gilak juga, ya maaf maaf ajalah. istilahnya, janganlah terlalu diseriusi kali lah kalo udah ikut-ikutan jadi gilak. aku pun tak butuhnya kawan untuk ikut gilak. apalagi gilaknya malah bertolak belakang ama gilakku. hahaha

mungkin ini cukuplah untuk perkenalan. namanya juga perkenalan, ya masih sedikitlah. nanti kalo mau tau lebih banyak, ya agak didekati ajalah. kalo udah cocok, baru tembak. kalo ditolak, tembak aja lagi, tapi pake pistol.

bapakku pernah bilang kayak gini samaku, kalo ga salah pas aku smp itu. 'lebih gilak lah orang yang menggilakkan orang gilak'. jadi ketika anda ketemu ama orang yang menurut anda gilak, bagaimanapun sudut pandang anda menilai kegilakannya, dan anda meladeni pilihan hidupnya yang berakibat buruk maupun berakibat baik ke kehidupan anda, yang justru membuat orang gilak tadi semakin gilak kegilakannya, maka anda jauh lebih gilak.

jangan tanya-tanya lagi maksudnya, aku pun udah gilak. jangan tanya berapa jumlah kata gilak yang kupake, nanti makin gilak aku. jangan pulak kau hitung, berarti udah gilak juga kau. hahahaha

selamat malammmmmmmmm

2 comments

bang apa banget postingan ini -_- tapi kereeeen :D
Salam kenal